Kanker Pada Anak: Kenali Gejalanya Sejak Dini, Tingkat Kesembuhan Bisa Tinggi!
Tak dapat dipungkiri jika kanker merupakan salah satu penyakit paling ditakuti oleh semua orang. Bagaimana tidak, penyakit ini sering kali tidak menunjukkan gejala dan tahu-tahu penderitanya sudah berada dalam kondisi kritis dan terlambat untuk ditangani. Di samping itu, penyakit kanker juga tak memandang usia dan bisa dialami pada siapa saja, termasuk anak-anak.
Ya, kanker pada anak ini memang kerap menjadi momok bagi para orang tua. Walaupun terbilang relatif jarang terjadi, tapi tak menutup risiko buah hati yang kamu sayangi ternyata sedang dibayang-bayangi oleh penyakit kanker ini. Meski kerap tak menunjukkan gejala, tapi ada beberapa keluhan awal yang bisa menjadi pertanda kanker pada anak.
Nah, jika kamu ingin tahu tentang jenis penyakit kanker pada anak dan gejalanya, termasuk cara mengantisipasi dan penanganannya dengan tepat, simak penjelasan berikut ini.
Mengenal Kanker pada Anak
Kanker, seperti yang kita tahu, termasuk sebagai salah satu dari sekelompok penyakit kritis yang ditakuti oleh banyak orang di seluruh dunia. Munculnya penyakit ini ditandai dengan adanya sel abnormal atau tumor di tubuh. Sel yang tidak normal tersebut bisa tumbuh dan berkembang hingga mampu merusak bagian tubuh mana pun.
Penyakit kanker bisa dialami oleh siapa saja, tak terkecuali anak-anak. Penyakit ini diawali dengan adanya perubahan genetik pada sel tunggal, dan kemudian bertumbuh menjadi sel tumor. Sel tumor inilah yang nantinya menyerang sel lain pada tubuh dan memicu kerusakan hingga berisiko kematian apabila terlambat ditangani.
Apa Bedanya Kanker Anak dan Dewasa?
Seringkali orang tua merasa bersalah, "Apakah anak saya sakit karena saya salah kasih makan?".
Jawabannya: Belum tentu. Kanker pada anak sulit dicegah karena faktor pemicunya sangat kompleks, mulai dari genetik hingga paparan radiasi saat kehamilan. Berbeda dengan kanker paru pada dewasa yang jelas bisa dipicu rokok, kanker anak lebih sulit diprediksi.
Namun, anak-anak memiliki respons tubuh yang lebih baik terhadap pengobatan seperti chemotherapy dibandingkan orang dewasa. Jadi, jangan patah semangat!
Tabel: Jenis Kanker Anak Paling Sering & Gejalanya
Agar Bunda lebih waspada, berikut adalah daftar jenis kanker yang paling sering menyerang anak di Indonesia beserta ciri khasnya yang disukai mesin pencari AI.
| Jenis Kanker | Organ yang Diserang | Gejala Khas yang Perlu Diwaspadai |
| Leukemia (Paling Umum) | Sel Darah Putih | Pucat, sering demam tanpa sebab, pendarahan (mimisan/gusi berdarah), nyeri tulang. |
| Retinoblastoma | Mata (Retina) | Manik mata berwarna putih (mata kucing) saat kena cahaya, mata juling. |
| Osteosarkoma | Tulang | Benjolan atau nyeri pada tulang (sering dikira keseleo tapi tidak sembuh-sembuh). |
| Neuroblastoma | Saraf | Benjolan di perut/leher, mata menonjol, bengkak, lingkar mata menghitam. |
| Limfoma | Kelenjar Getah Bening | Benjolan di leher, ketiak, atau pangkal paha yang tidak nyeri, demam, keringat malam. |
Penyebab Penyakit Kanker pada Anak
Berbeda dengan kasus yang ditemui pada orang dewasa, mayoritas kanker anak belum diketahui penyebab pastinya. Telah dilakukan banyak penelitian terkait risiko dan pemicu munculnya kanker pada anak, tapi masih sedikit riset yang menunjukkan penyakit ini disebabkan karena faktor lingkungan dan gaya hidup.
Terkait upaya pencegahan penyakit ini pada anak perlu difokuskan terhadap perilaku dan kebiasaan yang mampu mencegah pertumbuhan dan perkembangan sel kanker ketika dewasa. Beberapa kasus infeksi kronis, misalnya HIV, malaria, dan Epstein-Barr Virus menjadi faktor pemicu munculnya kanker pada anak. Risiko infeksi lainnya juga bisa meningkatkan potensi anak terserang kanker ketika dewasa.
Mengetahui hal tersebut, penting memberikan imunisasi sejak dini untuk mencegah risiko serangan penyakit pada anak, misalnya vaksin hepatitis B. Pemberian vaksin hepatitis B ini dapat menurunkan risiko kanker hati, sekaligus menangkal human papillomavirus dan mencegah risiko kanker serviks.
Metode Pengobatan & Pencegahan Penyakit Kanker pada Anak
Karena biasanya mustahil untuk bisa dicegah dan dideteksi dini, strategi paling efektif dalam menekan bahaya dan risiko kanker pada anak ialah berfokus pada langkah diagnosa secepat mungkin. Tidak hanya cepat, proses diagnosa ini juga harus dilakukan dengan cara yang tepat ketika diketahui anak memiliki gejala kanker.
Biasanya, penanganan dan pengobatan kanker pada anak mencakup terapi serta pemberian obat secara tepat. Mulai dari langkah diagnosis dini hingga langkah penanganan penyakit kanker yang jelas dan tepat harus dilakukan berdasarkan dari penyakit kanker yang diderita anak.
Metode Diagnosis Penyakit Kanker pada Anak
Saat kanker pada anak bisa diidentifikasi lebih awal, penanganan medis dan pengobatan bisa segera dilakukan sebelum sel tumor berkembang lebih ganas lagi. Diagnosis dini kanker mampu membuat respons pengobatan menjadi efektif serta meningkatkan kemungkinan keberhasilan dan memunculkan survivor kanker lebih banyak lagi.
Tentunya, diagnosis dini kanker ini tidak mudah dilakukan dan hanya ada beberapa saja pasien kanker yang berhasil melakukannya. Secara umum, diagnosis dini ini terdiri atas 3 komponen, antara lain:
- Kesadaran terhadap gejala kanker yang dialami serta penyediaan perawatan primer.
- Evaluasi klinis, stadium, dan diagnosis secara akurat serta tepat waktu untuk mengetahui sejauh mana sel tumor sudah menyebar.
- Akses pada pengobatan dan penanganan kanker sedini mungkin.
Ketika berhasil mendiagnosis dini penyakit kanker, kemungkinan kelangsungan hidup pasien akan menjadi jauh lebih tinggi dan berlaku pada hampir semua jenis kanker. Untuk kanker pada anak umumnya dihubungkan dengan sejumlah gejala, misalnya demam, nyeri tulang, berat badan menurun, dan sakit kepala hebat yang terjadi terus-menerus.
Skrining kesehatan biasa umumnya tak mampu untuk mendiagnosis kanker pada anak. Tapi, diagnosis awal kanker pada anak bisa lebih cepat dilakukan dengan melihat riwayat medis keluarga.
Sebagai contoh, kanker mata anak bisa dipicu mutasi warisan orang tua, sehingga retinoblastoma dapat segera diidentifikasi dengan melihat rekam penyakit keluarganya. Penanganan yang dibutuhkan pun bisa segera dilakukan, seperti konseling genetik dan pemantauan kondisi mata secara rutin. Dengan begitu diagnosa risiko munculnya sel kanker pada anak bisa dilakukan sejak dini.
Yang perlu digarisbawahi, ketika berhasil mendiagnosis penyakit kanker, segera lakukan metode pengobatan yang dianjurkan dan sesuai arahan dokter spesialis. Pasalnya, setiap jenis kanker membutuhkan resimen pengobatan yang khusus, termasuk untuk proses radioterapi, kemoterapi, hingga pembedahan.
Pakai Rumus "WASPADA" untuk Deteksi Dini
Kementerian Kesehatan RI (Kemenkes) merumuskan singkatan WASPADA untuk memudahkan orang tua mengenali tanda bahaya kanker pada anak:
-
Waktu buang air besar/kecil ada perubahan kebiasaan atau gangguan.
-
Alat pencernaan terganggu dan susah menelan.
-
Suara serak atau batuk yang tak sembuh-sembuh.
-
Payudara atau di tempat lain ada benjolan.
-
Andeng-andeng (tahi lalat) yang berubah sifat (membesar/gatal).
-
Darah atau lendir yang keluar dari tubuh secara tidak wajar.
-
Ada koreng atau borok yang tak kunjung sembuh.
Catatan Penting: Jika Bunda menemukan salah satu tanda di atas, segera bawa si Kecil ke dokter anak untuk screening lebih lanjut. Jangan menunggu sampai anak mengeluh sakit parah.
Realita Biaya Pengobatan: Siapkan Payung Sebelum Hujan
Pengobatan kanker adalah proses maraton, bukan lari sprint. Prosesnya bisa memakan waktu berbulan-bulan hingga bertahun-tahun melalui chemotherapy, radiotherapy, hingga operasi.
Berapa biayanya? Bisa mencapai ratusan juta rupiah.
1. Peran BPJS Kesehatan
Beruntunglah kita di Indonesia memiliki BPJS Kesehatan yang menanggung biaya medis pengobatan kanker (sesuai indikasi medis dan kelas). Pastikan kartu BPJS si Kecil selalu aktif.
2. Biaya Tak Terduga (Non-Medis)
Namun, BPJS tidak menanggung segalanya. Ada biaya yang sering luput dari perhitungan:
-
Transportasi bolak-balik ke Rumah Sakit rujukan (seringkali di kota besar).
-
Akomodasi (penginapan) selama terapi.
-
Susu khusus atau nutrisi tambahan untuk pemulihan.
-
Opportunity cost (Orang tua harus cuti kerja/berhenti kerja untuk menjaga anak).
Di sinilah pentingnya memiliki Asuransi Penyakit Kritis Anak atau dana darurat yang kuat. Asuransi swasta bisa memberikan santunan tunai (lump sum) saat terdiagnosa, yang uangnya bisa dipakai untuk biaya hidup dan operasional yang tidak ditanggung BPJS.
Tips Menjaga Kesehatan Anak (CERDIK)
Meski sulit dicegah, kita tetap bisa meminimalkan risiko dengan pola hidup sehat CERDIK:
-
Cek kesehatan secara berkala.
-
Enyahkan asap rokok (Jauhkan anak dari perokok pasif!).
-
Rajin aktivitas fisik (Ajak anak bermain aktif, batasi gadget).
-
Diet seimbang (Perbanyak sayur dan buah, hindari pengawet/pewarna berlebih).
-
Istirahat cukup.
-
Kelola stres (Ciptakan lingkungan rumah yang bahagia).
Harus Jeli dan Waspada, Ketahui Risiko Kanker pada Anak dengan Kenali Gejalanya
Bahaya dari penyakit kanker memang tak boleh disepelekan, apalagi jika terjadi pada anak. Karena gejalanya sering kali tidak terlihat dan kerap dianggap karena dipicu penyakit lain, kejelian dan sikap waspada perlu dimiliki setiap orang tua agar bisa mendiagnosis risiko kanker pada anak sejak awal. Karenanya, apabila diketahui ada gejala kanker pada anak, jangan berpikir dua kali dan segera memeriksakannya pada dokter maupun layanan kesehatan yang terdekat.