Kanker Tulang: Penyebab, Gejala, hingga Metode Pengobatannya

Kanker tulang adalah salah satu jenis penyakit kritis yang membutuhkan penanganan medis segera. Meski tergolong penyakit langka yang mencakup kurang dari 1% dari semua jenis kanker, dampaknya terhadap kualitas hidup penderita sangatlah signifikan.

Sering kali, gejala awal kanker tulang disalahartikan sebagai cedera biasa atau pegal linu, sehingga pasien terlambat mendapatkan penanganan. Agar kamu dan keluarga lebih waspada, mari kenali secara mendalam apa itu kanker tulang, penyebab, gejala, hingga opsi pengobatan medis terbarunya.

Bingung cari asuransi kesehatan terbaik dan termurah? Cermati punya solusinya!
Pilih Jenis Perlindungan
Pilih Jenis Kelamin
Pilih Tanggal Lahir
Pilih Bulan Lahir
Pilih Tahun Lahir
Pilih Tipe Asuransi

Apa Itu Kanker Tulang?

loader

Kanker tulang adalah...

Sesuai namanya, kanker tulang adalah jenis penyakit kanker yang terjadi pada tulang. Kondisi tersebut bisa dialami pada semua rentang usia, mulai dari anak-anak sampai orang dewasa sekalipun. Kanker tulang juga dapat muncul di tulang mana saja, walaupun umumnya sering menjangkiti tungkai, panggul, dan juga lengan. 

Kanker tulang termasuk sebagai masalah kesehatan yang cukup jarang terjadi dan tumor atau sel kanker yang terbentuk di tulang juga umumnya jinak, meski ada juga yang bersifat ganas. Namun, rasio kanker tulang terhadap anak relatif lebih tinggi, yakni, sekitar 3 persen dari semua kasus penyakit kanker yang terjadi pada anak. Kendati demikian, kanker tulang masih menjadi masalah kesehatan serius yang harus ditangani dengan prosedur medis yang tepat dan segera agar kondisinya tak kian bertambah parah hingga membahayakan nyawa penderitanya.

Kanker tulang terbagi menjadi dua:

  1. Kanker Tulang Primer: Kanker yang benar-benar berasal dari sel tulang itu sendiri.

  2. Kanker Tulang Sekunder (Metastasis): Kanker yang bermula dari organ lain (seperti paru-paru, payudara, atau prostat) kemudian menyebar ke tulang.

Jenis-Jenis Kanker Tulang Primer

Berdasarkan jenis sel tempat kanker bermula, kanker tulang primer terbagi menjadi beberapa jenis utama:

  • Osteosarkoma: Paling sering terjadi pada anak-anak dan remaja. Biasanya menyerang tulang di sekitar lutut dan lengan atas.

  • Kondrosarkoma: Kanker yang bermula di jaringan tulang rawan. Jenis ini lebih sering menyerang orang dewasa paruh baya hingga lansia, umumnya di area panggul, kaki, atau lengan.

  • Sarkoma Ewing: Sering muncul di tulang panggul, tulang rusuk, atau tulang panjang. Kebanyakan penderitanya adalah anak-anak dan dewasa muda.

Gejala Kanker Tulang

Pada tahap awalnya, kanker tulang umumnya tak menimbulkan gejala yang berat, bahkan terkesan seperti gejala yang umum terjadi. 

  1. Nyeri

    Salah satu gejala utama dari kanker tulang adalah rasa nyeri yang terasa di area tulang. Rasa nyeri tersebut awalnya hanya terjadi sesekali, tapi akan semakin sering seiring dengan pertumbuhan dan perkembangan sel kanker.

    Nyeri akibat kanker tulang tersebut juga terasa semakin mengganggu saat digerakkan, dan memburuk saat malam hari. 

  2. Pembengkakan dan Peradangan

    Selain itu, penderita juga akan mengalami pembengkakan serta peradangan di area tulang yang memiliki sel kanker. Jika pembengkakan tersebut terjadi pada tulang yang dekat dengan persendian, penderitanya akan merasa kesulitan menggerakkan bagian sendinya. 

  3. Tulang menjadi Rapuh

    Dalam kondisi yang lebih parah, kerapuhan tulang ini bisa memicu cedera ringan, maupun patah tulang. 

Kanker tulang juga bisa menyebabkan gejala lainnya yang menyertai 3 gejala utama di atas. Beberapa di antaranya adalah:

  • Berat badan menurun tanpa sebab.
  • Sering berkeringat pada malam hari.
  • Tubuh gampang lelah. 
  • Demam.
  • Sesak napas (jika sel kanker menyebar sampai ke paru).
  • Sensasi mati rasa atau kebas (jika kanker terjadi pada tulang belakang hingga menekan saraf). 

Perlu dipahami jika nyeri pada tulang yang dialami oleh orang dewasa kadang kala diartikan sebagai masalah radang sendi biasa. Rasa nyeri yang terjadi pada anak maupun remaja juga sering kali disalahartikan sebagai efek dari pertumbuhan tulang. 

Namun, agar lebih aman dan menghindarkan risiko masalah kesehatan yang lebih serius, jangan ragu untuk memeriksakan kondisi tulang yang nyeri tersebut dengan dokter. Terlebih jika rasa nyeri tersebut sering muncul dan hilang sendiri, semakin parah pada malam hari, serta tak kunjung membaik meski sudah mengonsumsi obat untuk meredakan nyeri.

Penyebab dan Faktor Risiko Kanker Tulang

Penyebab pasti dari kanker tulang hingga kini masih belum diketahui. Meski begitu, kondisi tersebut dipercaya terjadi karena mutasi atau perubahan pada gen yang mengendalikan pertumbuhan sel dalam tubuh. Mutasi ini membuat sel tumbuh secara abnormal, tidak terkendali, serta membentuk tumor pada tulang.

Kanker yang tercipta pada tulang bisa menyebar ke organ atau bagian tubuh lainnya melalui darah maupun getah bening. Namun, ada beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko seseorang terkena penyakit ini:

  • Faktor Genetik (Keturunan): Memiliki sindrom genetik langka seperti sindrom Li-Fraumeni atau retinoblastoma.

  • Penyakit Tulang Paget: Kondisi prakanker yang memengaruhi orang dewasa dan lansia, menyebabkan tulang tumbuh abnormal.

  • Paparan Radiasi Tinggi: Riwayat pengobatan radioterapi di masa lalu untuk jenis kanker lain dapat meningkatkan risiko kanker tulang di area yang pernah disinari.

Jenis-Jenis Kanker Tulang

Kanker tulang juga memiliki beberapa jenis yang memiliki risiko dan letak sel tumor berbeda.

Jenis

Penjelasan

Osteosarcoma

Umum terjadi dan berkembang pada sel tulang tungkai, panggul, dan lengan. Kanker tulang jenis ini lebih umum terjadi pada penderita di rentang usia 10 sampai 30 tahun, serta lebih banyak terjadi pada pria ketimbang wanita.

Chondrosarcoma

Umum terjadi pada sel tulang rawan di bagian lengan atas, paha, panggul, rusuk, maupun bahu. Kanker tulang jenis ini lebih sering dialami oleh wanita usia 40 tahun atau lebih.

Sarkoma Ewing

Umum terjadi di bagian tulang panggul, paha, serta tulang kering. Kanker jenis ini lebih rentan terjadi pada orang di rentang usia 10 sampai 20 tahun, dan hanya 10% kasus kanker tulang jenis Sarkoma Ewing yang terjadi pada orang dewasa dengan usia di atas 20 tahun.

Chordoma

Umum terjadi di tulang belakang atau tulang tengkorak bagian dasar. Cenderung tumbuh secara perlahan, chordoma lebih umum menyerang pria dengan usia di atas 30 tahun. 

Tumor Sel Raksasa di Tulang

Meskipun tergolong sebagai kanker jinak, kanker tulang jenis ini juga ada yang bersifat ganas, serta biasanya menyerang bagian tulang lengan serta tungkai di dekat lutut. Jenis tumor ini jarang diketahui menyebar sampai ke bagian tubuh lainnya, tapi kerap muncul kembali setelah dilakukan operasi pengangkatan. 

Cara Diagnosis Penyakit Kanker Tulang

loader

Cara Diagnosis Penyakit Kanker Tulang

Dokter akan melakukan diagnosis penyakit kanker tulang jika pasien mengalami gejala yang sudah disebutkan di atas. Beberapa metode pemeriksaan untuk mendiagnosis penderita penyakit kanker jenis ini adalah melalui foto rontgen, CT scan, MRI, sampai pemeriksaan nuklir. 

Tidak jarang pula dokter akan melakukan biopsi agar bisa mengambil sampel dari jaringan tulang yang terjangkit kanker untuk kemudian diperiksa di laboratorium. Dibandingkan dengan metode lainnya, biopsi dipercaya sebagai metode yang paling akurat untuk mendiagnosis kanker tulang, dan mampu mendeteksi penyebaran sekaligus stadium sel kanker. Stadium kanker tulang sendiri dibagi menjadi 4. 

Stadium

Penjelasan

I

Sel kanker masih berada pada 1 area tulang

II

Sel kanker mulai tumbuh membesar

III

Sel kanker telah menyebar ke bagian tulang lainnya, tapi masih di area yang sama

IV

Sel kanker sudah menyebar sampai ke organ lainnya dalam tubuh, misalnya otak, hati, dan paru-paru

Setelah didiagnosis, metode pengobatannya akan disesuaikan dengan jenis, ukuran, lokasi tumor, serta usia pasien. Berikut adalah metode pengobatan yang umum dilakukan:

  1. Pembedahan (Operasi): Tujuan utamanya adalah mengangkat seluruh sel tumor ganas. Berkat teknologi medis modern, prosedur limb-sparing surgery (mengangkat tulang yang terkena kanker dan menggantinya dengan implan) kini lebih sering dilakukan, sehingga opsi amputasi bisa dihindari.

  2. Kemoterapi: Penggunaan obat-obatan keras melalui infus untuk membunuh sel kanker, sering digunakan sebelum operasi untuk menyusutkan tumor (khususnya pada Sarkoma Ewing dan Osteosarkoma).

  3. Terapi Radiasi (Radioterapi): Menggunakan sinar berenergi tinggi (seperti X-ray) untuk membunuh sel kanker, biasanya digunakan jika tumor sulit diangkat lewat operasi.

  4. Terapi Target (Targeted Therapy): Pengobatan modern yang menggunakan obat khusus untuk menyerang gen, protein, atau lingkungan jaringan spesifik yang mendukung pertumbuhan kanker tanpa merusak sel sehat.

Metode Pengobatan Kanker Tulang

Metode pengobatan pada pasien kanker tulang ditentukan berdasarkan tingkat keparahan, jenis, dan lokasi kankernya. Umumnya, metode pengobatan untuk menangani kanker tulang adalah:

  1. Operasi

    Melalui operasi, dokter akan melakukan pengangkatan tulang yang terserang kanker serta jaringan sekitarnya saat diperlukan. Operasi pengangkatan tulang akan dilakukan saat kanker masih belum menyebar hingga luar tulang, dan bagian tulang masih dapat dibentuk ulang. Namun, saat sel kanker sudah menyebar sampai ke bagian lain sekitar tulang, amputasi perlu dilakukan dan menggantinya menggunakan tungkai buatan.

  2. Kemoterapi

    Sedangkan kemoterapi adalah metode penanganan kanker tulang dengan memberikan obat anti kanker via suntikan pada pembuluh darah. Kemoterapi juga tak jarang dikombinasikan dengan metode pengobatan lainnya agar memberikan efek yang lebih besar.

  3. Radioterapi

    Terakhir, radioterapi dilakukan dengan cara memancarkan sinar beradiasi tinggi, misalnya, sinar X, sebelum operasi agar ukuran sel kanker menyusut. Metode pengobatan ini biasanya dilakukan sebanyak 5 kali selama seminggu. Tujuan dari radioterapi adalah untuk meringankan gejala serta memperlambat pertumbuhan sel kanker. 

Jangan Tunggu Sampai Terlambat dan Segera Periksakan Diri ke Dokter saat Merasakan Gejala

Pengobatan kanker tulang membutuhkan waktu yang panjang dan biaya medis yang tidak sedikit, mulai dari operasi hingga sesi kemoterapi. Jangan biarkan tabungan masa depan habis terkuras untuk biaya rumah sakit.

Miliki jaring pengaman finansial dengan Asuransi Penyakit Kritis atau Asuransi Kesehatan. Dengan asuransi yang tepat, kamu bisa fokus pada proses pemulihan, sementara urusan biaya perawatan akan ditanggung oleh pihak asuransi. Temukan dan bandingkan premi asuransi kesehatan terbaik dengan mudah hanya di Cermati.